Senin, 30 Mei 2011

Jakarta Masuk Delapan Besar Kota Terburuk dalam Kesempatan Kerja

krl-penumpang
Depok - Jakarta merupakan salah satu kota yang masuk dalam indikator kemiskinan. Ibu kota Indonesia ini juga termasuk dalam 10 besar provinsi yang memiliki kesempatan lapangan kerja yang buruk dari data yang diambil oleh BPS.
Menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi dan juga Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, Emil Salim, laju pembangunan Jakarta yang tergolong tinggi namun masih memiliki cacat.

"Jakarta masih pembangunan yang cepat, tapi masih tergolong buruk dalam kesempatan lapangan kerja yang nomor 8 terbawah," katanya dalam sambutan seminar Indonesia Tanpa Kemiskinan, di FE UI, Selasa (30/5/2011).

Menurut Emil, secara keseluruhan Pulau Jawa mencatat angka indikator kesejahteraan penduduk yang paling maju. Namun, Provinsi Banten paling buruk dalam kesempatan kerja.

"Banten memiliki rasio kesempatan lapangan kerja yang paling rendah," jelasnya.Untuk koridor Sumatera, tergolong nomor dua yang paling baik. Namun, Provinsi Lampung, Bengkulu, Kepulauan Riau, dan Bangka Belitung masih berada di bawah rata-rata indikator kemiskinan karena daerah tersebut berada di luar jalur perdagangan.

"Lampung, Bengkulu, Kepulauan Riau, Bangka Belitung masih kurang memuaskan karena jauh dari konektivitas penduduk," ungkapnya.

Lebih lanjut Emil menjelaskan, Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Papua merupakan daerah yang tergolong kawasan yang di bawah rata-rata nasional.

"Sulawesi dan Papua mencatat angka buruk di semua indikator kesejahteraan penduduk," jelasnya.

Indikator kesejahteraan meliputi 6 aspek, yaitu kemiskinan, kesempatan kerja, gizi, kesehatan ibu, pendidikan, dan indeks pembangunan manusia.

Sumber : detik.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar