Senin, 06 Juni 2011

Heboh Paket Peti Mati

Sejumlah kantor Media Massa Senin kemarin mendapatkan paket yang sangat mengejutkan yaitu sebuah paket peti mati yang bertuliskan 'RIP' alias Rest In Peace yang dikirm oleh Perusahaan BUZZ & CO yang dipimpin Oleh Sumardy Sebagai CEO-nya.

Kepolisian Sektor Tanah Abang sampai saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap kasus dan pelaku pengiriman peti mati ke sejumlah Perusahaan Media Massa tersebut.

ilustrasi
Wakil Kepala Kepolisian Resort Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Hendro Pandowo menjelaskan bahwa para korban yang telah menerima kiriman paket peti mati tersebut telah melaporkan ke pihak kepolisian dengan pasal perbuatan tidak menyenangkan (pasal 335 KUHP) dengan ancaman hukuman maksimal 1 tahun.

Menurut Anggota Komisi Hukum DPR Didi Irawan Syamsuddin, mengungkapkan bahwa kirimann peti mai tersebut bukanlah suatu bentuk kreativitas yang menarik, tapi lebih menjurus ke sebuah tindakan teror. Peti mati tersebut merupakan sebuah benda yang sakral dan terkait dengan kematian, imbaunya.

Tapi Didi menyarankan kepada sejumlah pihak-pihak terkait yang telah merasa di rugikan akibat tindakan Perusahaan BUZZ & CO tersebut agar tidak melanjutkan persoalan itu ke jalur hukum, karena ini hanya merupakan pelanggran ringan saja.

Kemarin sejumlah media seperti RCTI, Metro TV, SCTV, KOMPAS, detik.com, okezone.com juga telah menerima kiriman paket berupa peti mati tersebut yang bertuliskan Rest In Peace.

Menurut Sumardy, CEO dari Perusahaan BUZZ & CO tersebut mengakui dirinyalah yang berada di balik pengiriman peti mati tersebut, semuanya ada 100 peti, 90% dikirm ke orang yang bergiat di bidang Marketing dan Agensi Periklanan.

Apa motif Sumardy?...Rupanya ini terkait dengan peluncuran buku yang berjudul "Rest In Peace Advertising" yang dia tulis, ini buku pertama saya, ungkap Sumardy.

Sumardy juga minta maaf  bila ada yang merasa terteror akibat aksinya. Ia mengaku tidak berniat jahat dengan tindakannya tersebut, di dalam peti-peti mati tersebut dia meletakkan alamat yang jelas, ada website yang bisa di akses. Sumardy juga menegaskan bahwa kampanyenya itu merupakan bagian dari perwujudan ide kreatif terhadap praktisi pemasaran dan publik secara umum. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar