Kamis, 21 Juli 2011

Proses Menghancurnya Tubuh Kita Setelah Meninggal



Inilah Proses Kematian dan Hancurnya Tubuh Kita!

Sesaat sebelum mati, kita akan merasakan jantung berhenti berdetak, nafas tertahan n badan bergetar. Berasa dingin ditelinga. Darah berubah menjadi asam n tenggorokan berkontraksi.

0 Menit
Kematian secara medis terjadi ketika otak kehabisan supply oksigen.

1 Menit
Darah berubah warna n otot kehilangan kontraksi, isi kantung kemih keluar tanpa izin.

3 Menit
Sel-sel otak tewas secara masal. Saat ini otak benar-benar berhenti berpikir.

4 – 5 Menit
Pupil mata membesar n berselaput. Bola mata mengkerut krn kehilangan tekanan darah.

7 – 9 Menit
Penghubung ke otak mulai mati.

1 – 4 Jam
Rigor Mortis (fase dimana keseluruhan otot di tubuh menjadi kaku) membuat otot kaku n rambut berdiri, kesannya rambut tetap tumbuh setelah mati.

4 – 6 Jam
Rigor Mortis Terus beraksi. Darah yang berkumpul lalu mati dan warna kulit menghitam.

6 Jam
Otot masih berkontraksi. Proses penghancuran, seperti efek alkohol masih berjalan.

8 Jam
Suhu tubuh langsung menurun drastis.


http://ustadchandra.files.wordpress.com/2011/06/mayat1.jpg?w=300

24 – 72 Jam
Isi perut membusuk oleh mikroba dan pankreas mulai mencerna dirinya sendiri.

36 – 48 Jam
Rigor Mortis berhenti, tubuh kita akan menjadi lentur selentur penari balerina.

3 – 5 Hari
Pembusukan mengakibatkan luka skala besar, darah menetes keluar dari mulut dan hidung.

8 – 10 Hari
Warna tubuh berubah dari hijau ke merah sejalan dengan membusuknya darah.

http://ustadchandra.files.wordpress.com/2011/06/1044104-d3e.jpg?w=300


Beberapa Minggu




Rambut, kuku dan gigi dengan mudahnya terlepas.
Satu Bulan
Kulit kita mulai mencair.
Satu Tahun
Tidak ada lagi yang tersisa dari tubuh Kita.

http://ustadchandra.files.wordpress.com/2011/06/tengkorak.jpeg?w=289

Kita yang sewaktu hidupnya cantik, gagah, ganteng, kaya dan berkuasa, sekarang hanyalah tumpukan tulang-belulang yang menyedihkan. 

Jadi, apa lagi sebenarnya yg mau kita sombongkan ???
Semoga bermanfaat sebagai bahan renungan kita semua ...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar