Rabu, 15 Juni 2011

Warga RI Kuasai 30% Transaksi Properti dan Jasa di Singapura dan Malaysia

Vibiznews-Property - Tingkat konsumsi masyarakat Indonesia di sektor jasa-jasa maupun properti di Negeri Jiran Malaysia dan Singapura cukup signifikan. Diperkirakan konsumen Indonesia menguasai 30% sektor rumah sakit maupun properti di kedua negara tersebut.


"Sekitar 30% properti, rumah sakit dan jasa-jasa di Singapura dan Malaysia dikonsumsi oleh masyarakat kita, ini peluang yang disia-siakan oleh kita," kata Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa di acara HUT ke-39 Hipmi dan Deklarasi Hipmi Perguruan Tinggi di Gedung Merdeka, Bandung, Rabu (15/6/2011).

Menurut Erwin, trend penguasaan di negeri jiran oleh orang Indonesia tersebut tidak baik jika dibiarkan. Untuk itu, ia mengharapkan kondisi ini bisa menjadi peluang bagi para pelaku wirausaha di Indonesia untuk tak menyia-nyiakan pasar Indonesia yang sangat besar diambil oleh negara lain apalagi adanya serbuan produk impor.

"Fakta sekarang ini Indonesia masih kekurangan wirausaha hanya 0,18% atau di bawah 1 juta orang, jumlah yang sedikit dengan jumlah penduduk 237 juta orang," katanya.

Erwin mengakui untuk membentuk seseorang menjadi wirausaha harus mengubah persespi bahwa orang yang berpendidikan harus menjadi pegawai atau karyawan di perusahaan. Erwin juga mengatakan Indonesia harus mencontoh negara-negara yang sukses melahirkan wirausaha besar seperti dari AS maupun Jepang.

Menurutnya, gerakan wirausaha harus menjadi pemantik bagi tumbuhnya wirausaha baru di Indonesia diantaranya dengan program pendampingan wirausaha baru di perguruan tinggi. Posisi Indonesia yang saat ini menjadi anggota G20 dan pemimpin ASEAN 2011 harus dimanfaatkan untuk bisa berdaya saing di internasional diantaranya dengan wirausaha.

Kekuatan ekonomi Indonesia, lanjut Erwin, kian diperhitungan oleh dunia internasional. Misalnya meningkatnya pendapatan perkapita orang Indonesia yang mencapai hampir US$ 3000 per orang, dimana ada 46% orang Indonesia naik kelas.

"Angka 3000 ini bisa menjadi perubahan penting bagi gaya hidup yang luar biasa. Ini lah yang menjadi peluang bagi berwirausaha," katanya.

Sumber : (ns/NS/vbn-dtc)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar